Pengembangan Model Pelatihan Adaptif RAgil (Readiness and Agility-based Learning) untuk Optimalisasi Kompetensi dan Kinerja Pegawai
DOI:
10.33395/jmp.v15i3.16554Keywords:
RAgil Model, Readiness,, Learning Agility, Pelatihan Adaptif, Kompetensi, Kinerja PegawaiAbstract
Dinamika lingkungan bisnis yang volatil dan penuh ketidakpastian menuntut ketangkasan (agility) organisasi yang tinggi. Namun, banyak organisasi masih terjebak pada desain pelatihan tradisional yang bersifat statis, kaku, dan gagal menjembatani kesenjangan antara perolehan keterampilan dengan kebutuhan adaptasi cepat di lapangan. Hal ini menciptakan training gap di mana kompetensi pegawai tidak selaras dengan tuntutan kinerja yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengonstruksi model pelatihan adaptif baru bernama RAgil (Readiness and Agility-based Learning) sebagai solusi inovatif dalam optimalisasi kompetensi dan kinerja pegawai di tengah tuntutan perubahan yang cepat.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan conceptual research dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Analisis dilakukan dengan mensintesis berbagai literatur terkini mengenai perilaku organisasional, desain instruksional, dan pengembangan SDM untuk membangun kerangka konseptual yang kokoh. Model RAgil mengintegrasikan dua pilar teoretis utama: Social Cognitive Theory dari Bandura (1986) untuk membangun fondasi kesiapan (readiness) individu, dan Experiential Learning Theory dari Kolb (2015) untuk memfasilitasi proses pembelajaran yang gesit (agility). Model ini merekonstruksi pelatihan dari sekadar peristiwa formal menjadi sebuah ekosistem belajar yang adaptif, di mana readiness berfungsi sebagai pra-kondisi kognitif dan learning agility menjadi penggerak utama dalam transformasi kompetensi menjadi kinerja unggul. Secara teoretis, model pelatihan adaptif RAgil memperkaya literatur manajemen SDM dengan mengintegrasikan aspek psikologis dan empiris dalam desain pelatihan. Secara praktis, model ini memberikan kerangka kerja bagi praktisi SDM untuk mentransformasi peran pelatihan dari model transmisi pengetahuan tradisional menjadi model pengembangan ketangkasan yang berkelanjutan, yang terbukti krusial bagi keberlanjutan kinerja pegawai di era disrupsi.
Downloads
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Heru Kurniawan, Rohmini Indah Lestari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.











